To : Kaum Hawa
Malam ini aku teringat (lagi)
tentang salah satu dari kalian
wahai kaum hawa
sebenarnya,
bukan mauku kaya gini
tengah malam mengingat-ingat anak orang
tapi keadaan lah yang memaksa
memaksaku memikirkan kamu
besok pagi aku harus ujian perbaikan
disaat teman-teman lain menikmati liburan
dan malam ini pun aku harus belajar (lagi)
cih!
memikirkanmu jauh lebih ‘menyenangkan’ daripada menghafal semua slide ini
tahu kah kamu
malam ini jantungku berdetak semakin cepat
seakan ikut irama
karena terlena oleh pesona
alunan kopi dangdut
Shit,
lagi-lagi aku terbawa suasana
bukan itu yang aku maksud
detak jantung ini semakin lama semakin cepat ketika memikirkanmu
apa yang salah denganku
terakhir kali aku periksa EKG jantungku masih baik-baik saja
kenapa hanya dengan memikirkanmu aku menjadi aritmia begini?
kamu begitu misterius
apakah kamu dukun? paranormal? orang pintar?
ah, bukan
tidak mungkin kamu orang pintar
terakhir kali aku lihat nilai akhir kuliahmu adalah rantai karbon semua
aku tau aku gak pantas berkata seperti itu
karena nilai ku juga sama rantai karbon
tapi itu untuk menemanimu
walaupun sama sekali gak romantis
paling tidak kita bisa menangis bersama
lupakanlah masalah nilai itu
kenapa juga harus dibahas
cuma nambah sakit hati aja
semakin malam jantung ku semakin berdebar tidak karuan
kini aku mulai sadar
bahwa selama ini aku memikirkan mu sambil tengkurap
pantas saja nyesek
girl,
pernahkah kau sadari
bahwa
waktu ini berlalu begitu cepat
tanpa terasa hari ini akan berakhir kurang dari 1 jam lagi
kini memikirkanmu sudah menjadi bagian dari malamku
dan tanpa terasa mataku semakin berat
bahkan tanpa terasa aku telah melupakan niat belajarku untuk ujian besok
namun,
tidak ada kata terlambat
malam ini
aku akan langsung tidur
karena masih ada besok hari untuk belajar
yang akan ku gunakan sebaik-baiknya sebelum ujian dimulai
#at least malam ini gue udah refreshing